Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PKK Banjar Segara Kuta Meraih Penghargaan MURI Kecak Perempuan Inovatif Pertama

BALI | PKK Banjar Segara Kuta raih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasinya membuat terobosan baru Tari Kecak Perempuan Inovatif, di Pantai Jerman, Banjar Segara Kuta, Bali pada pergelaran Bhinneka Pantai Jerman Bali Culture Festival pada Jumat (25/11/2022) malam.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh budayawan senior Soegeng Rahardjo Djarot atau yang lebih dikenal dengan Eros Djarot kepada salah satu Tokoh Masyarakat Pejuang Perempuan atau yang menggagas Tari Kecak Perempuan Inovatif, Ni Luh Gede Sri Mediastuti.

Eros Djarot menjelaskan jika ia mewakili untuk menyerahkan penghargaan MURI atas keinginan pendiri MURI, Jaya Suprana dan Alyawati sebagai CEO yang tidak bisa hadir karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.Penghargaan tersebut diberikan setelah para penari Kecak Perempuan Inovatif tampil selama 15 menit di hadapan para tamu undangan dan penonton.

Menurut Eros Djarot dalam sambutannya, adapun alasan pihak MURI memberikan penghargaan ini karena adanya keberanian oleh ibu-ibu Anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari Banjar Segara, Kuta Sebanyak 75 orang menjadi penari kecak perempuan dan menorehkan prestasi untuk Kabupaten Badung dan Provinsi Bali pasalnya baru kali ini tari kecak dibawakan oleh sejumlah perempuan.

Hal ini yang menorehkan sejarah baru dan meraih rekor MURI untuk Bali khususnya Banjar Segara Kuta untuk melakukan terobosan, sehingga lahirlah kesenian baru, keseniannya mungkin secara fundamental sudah lama akan tetapi ini yang pertama kali dibawakan oleh 75 perempuan, harapannya para perempuan di Bali harus bangkit dan turut serta mewarnai kesenian dan budaya di Indonesia.

“ Tarian kecak ini dikembangkan secara inovatif ada tarinya, ada nyanyinya dan ada geraknya. Jadi kami tidak ada alasan lagi kecuali memberikan penghargaan dengan harapan para perempuan di Bali bangkit untuk mewarnai kesenian di bumi Bali ini. Itu harapannya, ujar Eros Djaro”.

Di balik kesuksesan penampilan Kecak Perempuan Inovatif, ada Tokoh Masyarakat Pejuang Perempuan yang menggagas Kecak Perempuan Inovatif yakni Ni Luh Gede Sri Mediastuti.

Berawal dari pikirannya, Ni Luh Gede Sri Mediastuti ingin berusaha dan belajar memberikan memotivasi ibu-ibu PKK Banjar Segara Kuta agar bisa membawa tarian kecak dan menanamkan prinsip bahwa bukan laki-laki saja yang bisa menari kecak, tetapi para perempuan juga harus bisa.

“Kami belajar dari keluarga dari masyarakat apa yang harus kita kerjakan karena ini adalah gender.

Bukan laki-laki saja yang bisa tetapi perempuan harus bisa. Jangan hanya bisa memasak tetapi juga bisa menari.

Inilah yang terjadi karena perempuan ini adalah turunnya kebersamaan, menjadi duta perdamaian, dan jika tidak ada perempuan maka tidak akan bisa mendamaikan dunia,” ujar Ni Luh Gede Sri Mediastuti yang juga sebagai anggota DPRD Kabupten Badung.

Kecak Perempuan Inovatif ini mengusung tema ‘Maha Wira Angawa Santhi’ yang digarap oleh I Gusti Made Dharma Putra.

Pada malam penganugerahan ini, I Gusti Made Dharma Putra mendapatkan penghargaan spesial berupa medali dari MURI sebagai Konseptor dan Art Direction Kecak Perempuan Inovatif.

I Gusti Made Dharma Putra pun meluapkan kebahagiaannya karena dipercaya sebagai Konseptor dan Art Direction sekaligus menjadi pelatih Kecak Perempuan Inovatif.

“Ditunjuknya saya selaku Konseptor dan Art Direction pertunjukkan ini, saya merasa sangat bangga dan merasa sangat tertantang karena secara sajian pertunjukan ini kan kecak perempuan yang pada biasanya dibawakan oleh laki-laki.

Mulai dari Power dan dari segalanya memang beda dari perempuan.

Nah ini saya formulasikan dengan kondisi dari ibu-ibu yang ada di Banjar Segara Kuta.

REL

Posting Komentar untuk "PKK Banjar Segara Kuta Meraih Penghargaan MURI Kecak Perempuan Inovatif Pertama"